Nilai tukar rupiah telah menyentuh level Rp18.000 per dolar AS. Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso membuka alternatif lain untuk mengurangi gejolak nilai tukar terhadap perdagangan Indonesia, termasuk sistem barter dengan Filipina. Budi mengatakan upaya ini diinisiasi setelah adanya pertemuan dengan pengusaha asal Filipina dalam gelaran ASEAN beberapa waktu lalu. Menurutnya, pelemahan mata uang tidak hanya dirasakan Indonesia, tapi juga dengan Filipina.
Budi memastikan bahwa pembeli (buyer) untuk skema barter ini sudah siap. Penandatanganan kontrak rencananya akan dilakukan pada pertengahan bulan ini. Namun, ia belum menyebut jenis komoditas apa saja yang akan masuk dalam skema barter tersebut. Melemahnya nilai tukar rupiah mau tidak mau berdampak meroketnya harga barang-barang impor, mulai dari bahan baku pupuk, kedelai, hingga suku cadang.
Menanggapi hal tersebut, Budi mengklaim harga dan stok bahan pokok di pasar domestik terpantau masih stabil. Ia akan terus memantau importasi bahan baku dan berkoordinasi dengan produsen. Sejauh ini dampak pelemahan mata uang Garuda belum dirasakan ke kinerja perdagangan internasional. Menurut Budi, kondisi perdagangan Indonesia dinilai masih bagus. Hal tersebut dapat dibuktikan oleh ekspor Indonesia tumbuh 5,48% secara tahunan.
