Breaking News! Dolar AS Naik ke Rp18.050

Nilai tukar rupiah kembali tertekan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan Jumat (5/6/2026). Melansir data Refinitiv, rupiah dibuka melemah 0,17% ke level Rp18.050/US$. Pelemahan ini melanjutkan tekanan pada perdagangan sebelumnya. Pada Kamis (4/6/2026), mata uang Garuda ditutup melemah 0,45% ke level Rp18.020/US$.

Pergerakan rupiah hari ini diperkirakan dapat dipengaruhi oleh arah dolar AS di pasar global sebagai respons pasar terhadap eskalasi konflik di Timur Tengah. Ketegangan yang kembali meningkat pekan ini, termasuk kontak senjata antara pasukan Iran dan AS, telah mendorong harga minyak Brent bertahan di atas US$90 per barel. Kenaikan harga minyak ini ikut menopang dolar AS melalui arus permintaan terhadap aset aman atau safe haven.

Dari dalam negeri, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai pergerakan rupiah di level Rp18.000/US$ masih berada dalam kendali Bank Indonesia (BI). Purbaya juga memastikan pemerintah belum berencana menggelar rapat dadakan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di luar jadwal berkala untuk merespons tekanan rupiah. Sebelumnya, BI juga telah menjelaskan bahwa pelemahan rupiah masih dipengaruhi oleh kombinasi faktor eksternal dan domestik.

Search