Tekanan terhadap pasar keuangan Indonesia kembali berlanjut pada perdagangan Kamis (4/6/2026). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 1,70 persen ke level 5.839,785. Pada saat yang sama, nilai tukar rupiah kembali mencatatkan rekor pelemahan baru dengan menembus level Rp18.000 per dollar AS. Dari sisi arus modal, investor asing kembali membukukan penjualan bersih sekitar Rp1,43 triliun. Jika diakumulasikan sejak awal tahun, total dana asing yang keluar dari pasar saham Indonesia telah mencapai Rp68,5 triliun.
Pengamat pasar modal sekaligus Founder Republik Investor, Hendra Wardana, mengatakan kondisi itu menunjukkan pasar sedang berada dalam fase ketidakpastian yang tinggi, ketika investor cenderung mengurangi eksposur terhadap aset berisiko dan memilih menunggu kejelasan arah kebijakan ekonomi ke depan. Pelaku pasar kini menantikan dua agenda penting MSCI, yakni Global Market Accessibility Review pada 19 Juni 2026 dan Annual Market Classification Review pada 24 Juni 2026.
Ke depan, fokus utama pemerintah dan otoritas pasar adalah mengembalikan kepercayaan investor. Langkah konkret untuk menjaga disiplin fiskal, memperkuat stabilitas nilai tukar, meningkatkan transparansi kebijakan, serta menciptakan kepastian regulasi akan menjadi kunci untuk menghentikan tekanan yang terjadi saat ini.
