Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Indonesia tidak akan bergantung pada bantuan luar negeri jika nilai-nilai Pancasila dijalankan secara konsisten. Kemandirian bangsa dapat tercapai bila rakyat sungguh-sungguh mengamalkan Pancasila dalam seluruh aspek kehidupan berbangsa dan bernegara baik dalam bidang politik, hukum, sosial, budaya, dan ekonomi.
Prabowo mengutarakan bagi ekonomi Pancasila setidaknya memiliki empat prinsip: religius, perikemanusiaan, persatuan nasional, dan keadaan sosial. Kekayaan alam bukan komoditas yang bebas diperjualbelikan, harus dikelola secara bertanggungjawab untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Oleh karena itu, pembangunan ekonomi tidak boleh semata-mata berorientasi pada angka statistik seharusnya diukur dari peningkatan kualitas hidup rakyat, terutama kelompok yang paling rentan.
Ekonomi berlandaskan Pancasila artinya harus berpihak pada kepentingan nasional dan rakyat tidak boleh hanya menguntungkan segelintir orang saja. Ekonomi Pancasila adalah sistem perekonomian yang egaliter dan kerakyatan sesuai dengan amanat Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 yang berdasar atas asas kekeluargaan.
