Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal yang dikembangkan melalui kerja sama PT Jababeka Tbk (KIJA) dan perusahaan asal Singapura, Sembcorp Development Ltd, terus mencatatkan pertumbuhan investasi dan kawasan industri. Hingga kuartal-I 2026, KEK Kendal disebut telah memiliki 139 pelaku usaha dengan total investasi mencapai Rp189,16 triliun dan penyerapan sekitar 42 ribu tenaga kerja. Sektor industri yang bertumbuh termasuk otomotif, energi terbarukan, elektronik, farmasi dan alat kesehatan, fashion, furnitur, F&B, hingga sektor industri pendukung lainnya.
Hingga kini, jumlah pelaku usaha juga dinilai terus bertambah, seiring permintaan terhadap lahan industri di KEK Kendal yang terus meningkat. Executive Director KEK Kendal, Juliani Kusumaningrum menyebutkan, keberhasilan kawasan ini tidak terlepas dari sinergi erat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta mitra strategis dari Singapura. Dia pun menilai bertumbuhnya kepercayaan investor menjadi dasar komitmen pihaknya untuk memperkokoh ekosistem industri.
Lebih lanjut, dalam pertemuan bilateral antarnegara yang dilakukan oleh Menteri Singapura Vivian Balakrishnan dan Menteri Luar Negeri Sugiono, disebutkan bahwa kemitraan ekonomi yang terbangun melalui pengembangan KEK Kendal merupakan contoh konkret kerja sama yang saling menguntungkan. Pemerintah Singapura menegaskan, KEK Kendal menjadi model pengembangan kawasan industri terintegrasi di Indonesia yang mampu memberikan kepastian dan efisiensi.
