Rupiah Melemah, Ancaman PHK Mengintai, KSPSI Minta Pemerintah Kurangi Ketergantungan Impor

Pelemahan rupiah terhadap dollar AS hingga menyentuh Rp17.668 dinilai menjadi alarm serius bagi perekonomian nasional. Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) meminta pemerintah segera mengurangi ketergantungan terhadap impor dan memperkuat produksi dalam negeri agar tekanan terhadap rupiah, kenaikan harga kebutuhan pokok, hingga ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) tidak semakin meluas.

Menurut Wakil Ketua Umum KSPSI Arnod Sihite, pelemahan rupiah menunjukkan Indonesia masih terlalu bergantung pada impor pangan maupun kebutuhan industri. Padahal, Indonesia dinilai memiliki sumber daya alam, pasar besar, dan tenaga kerja melimpah yang seharusnya mampu menopang kebutuhan nasional, terutama di sektor pangan dan industri strategis. Namun hingga kini, Indonesia masih mengimpor berbagai komoditas penting seperti gula, kedelai, jagung, susu, daging, buah-buahan, bahan kimia, baja, mesin industri, elektronik, hingga farmasi.

Arnod menyebut tingginya arus impor membuat triliunan rupiah terus mengalir ke luar negeri. “Nilainya sangat drastis. Menurut data BPS mencapai Rp300 triliun hingga Rp350 triliun setiap bulan. Kalau dihitung dalam satu tahun, angkanya bisa menembus Rp3.600 triliun sampai Rp4.000 triliun,” paparnya.

Search