Malaria Merebak dan Lingkungan Rusak Ketika Tambang Emas Ilegal Marak di Pohuwato

Pertambangan emas ilegal (PETI) di Pohuwato, Gorontalo, tidak hanya merusak lanskap lingkungan, tetapi juga memicu krisis kesehatan masyarakat. Perubahan bentang alam akibat pembukaan hutan dan lubang tambang menciptakan banyak genangan air yang menjadi habitat ideal nyamuk Anopheles, penyebab malaria. Dampaknya terlihat dari lonjakan kasus malaria yang terus meningkat sejak 2023 hingga pemerintah menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB). Hingga April 2026 tercatat lebih dari 1.000 kasus tersebar di 13 kecamatan, mayoritas menyerang laki-laki usia produktif yang beraktivitas di area tambang. Meski pengobatan dan distribusi obat dilakukan, tingginya mobilitas penambang serta buruknya kondisi lingkungan membuat penularan sulit dikendalikan.

Selain malaria, ancaman kesehatan lain berasal dari penggunaan merkuri dalam proses pengolahan emas. Zat beracun ini terbawa limbah tambang ke sungai, tanah, dan rantai makanan. Sejumlah penelitian sejak 2015–2024 menunjukkan kualitas air di DAS Marisa mengalami pencemaran serius, ditandai dengan meningkatnya sedimen dan kandungan merkuri yang melampaui baku mutu lingkungan. Paparan logam berat tersebut telah terdeteksi pada organisme perairan hingga burung pesisir, menandakan pencemaran bersifat kronis dan akumulatif yang berpotensi merusak ekosistem serta mata pencaharian masyarakat.

Aktivis lingkungan dan kesehatan menilai persoalan PETI di Pohuwato telah berkembang menjadi krisis kesehatan publik. Merkuri yang menguap saat pembakaran amalgam dapat kembali mengendap di lingkungan dan berubah menjadi metilmerkuri yang mudah masuk ke tubuh manusia melalui air dan konsumsi ikan. Dampaknya meliputi gangguan saraf, kerusakan organ, hingga risiko penyakit Minamata, terutama bagi perempuan dan anak-anak. Meski Indonesia telah meratifikasi Konvensi Minamata untuk menghapus penggunaan merkuri, lemahnya pengawasan dan ketergantungan ekonomi masyarakat pada pertambangan membuat pencemaran dan ancaman terhadap kesehatan terus berlangsung.

Search