Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi atau Kiki menilai akan ada konsekuensi pelemahan terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Namun, dampak pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) soal penyesuaian (rebalancing) saham-saham RI dalam indeks terhadap pasar saham Indonesia tidak akan berkepanjangan atau hanya bersifat jangka pendek. Kiki menuturkan otoritas pasar modal RI sudah melakukan sejumlah perbaikan, termasuk soal transparansi yang menjadi sorotan MSCI.
Menjelang pengumuman MSCI, Kiki memastikan tidak terdapat penambahan saham baru asal Indonesia dalam peninjauan indeks MSCI kali ini. Malahan, ia menyebut ada kemungkinan beberapa saham Indonesia justru dikeluarkan dari indeks tersebut. Pagi ini (13/5), MSCI resmi mengumumkan hasil tinjauan indeks Mei 2026 untuk MSCI Equity Indexes. Dalam penyesuaian (rebalancing) terbaru, 19 saham Indonesia dikeluarkan dari indeks. Seluruh perubahan akan berlaku efektif pada penutupan perdagangan 29 Mei 2026. Dari total 19 saham yang ditendang MSCI, sebanyak 6 saham didepak dari MSCI Global Standard Index, kemudian 13 saham dicoret dari SCI Global Small Cap Index.
