Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti menyakini nilai tukar rupiah bakal kembali ke level fundamentalnya. Hal ini didasari adanya aliran modal asing yang masuk ke dalam negeri terutama di pasar Surat Berharga Negara (SBN) lalu Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI). Selama April 2026, inflow di pasar SBN dan SRBI mencapai Rp61,6 triliun. Likuiditas valas di dalam negeri juga memadai. Lalu, pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) per Maret 2026 mencapai 10,9 persen secara year to date.
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa percaya Bank Indonesia (BI) mampu memperkuat dan mengendalikan nilai tukar rupiah seperti sedia kala. Namun, Purbaya dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) tak tinggal diam begitu saja. Menggunakan sisa anggaran lebih (SAL), Kemenkeu mengintervensi pasar supaya mempercepat penguatan rupiah. “Kita akan coba membantu nilai tukar, kita membantu BI sedikit-sedikit kalau bisa. Kita masih banyak uang nganggur (Sisa Anggaran Lebih/SAL), kita intervensi bond market supaya yield-nya enggak naik terlalu tinggi,” ujar Purbaya.
