Rupiah Tembus 17.500, Purbaya Siap Intervensi Pasar Obligasi

Pemerintah mulai menyiapkan langkah stabilisasi pasar keuangan setelah nilai tukar rupiah nyaris menyentuh level psikologis Rp17.500 per dollar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa (12/5/2026). Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pemerintah akan mulai mengaktifkan sejumlah instrumen untuk menjaga stabilitas pasar obligasi negara mulai Rabu (13/5/2026), termasuk melalui intervensi di pasar Surat Berharga Negara (SBN).

Menurut Purbaya, langkah tersebut diperlukan agar imbal hasil atau yield obligasi pemerintah tidak melonjak terlalu tinggi di tengah tekanan global dan pelemahan rupiah yang terus berlanjut. Purbaya menjelaskan, lonjakan yield berpotensi memicu capital loss bagi investor asing yang memegang obligasi pemerintah Indonesia.

Meski sempat menyebut skema Bond Stabilization Fund (BSF), Purbaya menegaskan pemerintah belum sepenuhnya mengaktifkan dana tersebut. Purbaya menjelaskan stabilisasi pasar sementara dilakukan menggunakan Saldo Anggaran Lebih (SAL) maupun kas pemerintah untuk menjaga pergerakan harga obligasi tetap terkendali.

Search