PT Danantara Investment Management (DIM) melalui anak usahanya, PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera), menargetkan melakukan Initial Public Offering (IPO) pada tahun 2028. Chief Investment Officer Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir, menyatakan langkah tersebut akan dilakukan setelah proyek Waste to Energy (WtE) mulai menghasilkan arus kas yang stabil. IPO dinilai menjadi peluang untuk membawa proyek pengelolaan sampah nasional masuk ke pasar modal Indonesia.
Denera dibentuk sebagai holding yang menaungi seluruh proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di berbagai wilayah Indonesia. Perusahaan ini akan mengonsolidasikan investasi, pengembangan, dan operasional proyek melalui skema Badan Usaha Pengembang dan Pengelola (BUPP) bersama konsorsium mitra lokal maupun asing. Saat ini terdapat 33 proyek PSEL yang sedang berjalan dengan total investasi mencapai sekitar US$5 miliar atau Rp87 triliun.
Danantara menilai proyek tersebut berpotensi menjadi salah satu perusahaan waste to energy terbesar di dunia dan dapat menjadi katalis baru di pasar modal Indonesia. Selain itu, pada awal Juni mendatang akan dilakukan penandatanganan Power Purchase Agreement (PPA) baru untuk mendukung pengembangan proyek-proyek PSEL. Danantara juga berencana meningkatkan kepemilikan saham minimal 51 persen pada fase kedua proyek untuk memperkuat kontrol dan kontribusi perusahaan dalam sektor energi berbasis pengelolaan sampah.
