Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Muhammad Qodari menyampaikan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) telah menjangkau 100 juta warga Indonesia, terdiri atas lebih dari 70 juta peserta sepanjang 2025 dan tambahan lebih dari 30 juta peserta hingga awal Mei 2026. Program ini kini berjalan di lebih dari 10 ribu puskesmas di 514 kabupaten/kota. Pemerintah menilai CKG menjadi fondasi penting dalam membangun sumber daya manusia unggul, meski cakupannya masih perlu diperluas mengingat jumlah penduduk Indonesia hampir mencapai 290 juta jiwa.
Hasil pemeriksaan kesehatan menunjukkan masih tingginya persoalan kesehatan anak usia sekolah. Dari screening terhadap 4,8 juta anak di 48 ribu sekolah, ditemukan 60,69 persen anak mengalami kurang kebugaran fisik, 27 persen mengalami anemia, 41 persen memiliki gigi berlubang, 22,1 persen mengalami peningkatan tekanan darah, dan 8,6 persen mengalami penumpukan kotoran telinga. Pemerintah memanfaatkan sekolah sebagai jalur pemeriksaan kesehatan massal agar seluruh anak, terutama dari keluarga kurang mampu, memperoleh layanan kesehatan dasar secara merata.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyampaikan perkembangan Program Sekolah Rakyat yang ditujukan bagi masyarakat desil 1 dan 2 atau keluarga miskin ekstrem. Tahun ini, program tersebut akan meluluskan 453 siswa yang terdiri atas 329 siswa SD, 113 siswa SMP, dan 11 siswa SMA. Para lulusan diarahkan untuk melanjutkan pendidikan atau menjadi tenaga kerja terampil, sesuai arahan Presiden. Sebanyak 67 persen orang tua siswa diketahui berpenghasilan di bawah Rp1 juta per bulan, sementara beberapa lulusan SMA telah berencana melanjutkan kuliah maupun menjadi prajurit TNI.
