Indonesia menempati posisi kedua se-kawasan Asia Tenggara dan Asia Selatan dalam soal emisi metana dari sektor bahan bakar fosil. Emisi metana Indonesia diperkirakan melebihi 3 juta ton pada 2025, paling banyak berasal dari sektor batu bara dan sisanya dari minyak bumi dan gas. Hal ini terungkap dalam laporan terbaru International Energy Agency (IEA) bertajuk ‘Global Methane Tracker 2026’, yang dirilis pada Senin, (4/5). Indonesia hanya satu langkah di belakang India yang diestimasi menghasilkan hampir 4 juta ton emisi metana. Metana merupakan gas rumah kaca paling berbahaya kedua setelah karbon dioksida. Gas ini menjebak panas di atmosfer melalui proses yang dikenal sebagai radiative forcing, sehingga mempercepat pemanasan global. Selain itu, metana memicu pembentukan ozon troposfer (ozon di lapisan bawah atmosfer), yaitu polutan berbahaya bagi kesehatan. Kebocoran metana bahkan dapat menimbulkan risiko ledakan.
