Butuh Rp 17 Triliun Bangun Fasilitas ‘Sulap’ Sampah Jadi Listrik

CEO Rosan Roeslani mengungkapkan bahwa investasi pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Jakarta diperkirakan mencapai US$1 miliar atau sekitar Rp17,3 triliun. Fasilitas ini dirancang memiliki kapasitas pengolahan hingga 8.000 ton sampah per hari sebagai upaya mengatasi persoalan timbunan sampah di ibu kota.

Pemerintah bahkan mempertimbangkan kapasitas yang lebih besar, antara 10.000 hingga 12.000 ton per hari, agar tidak hanya menangani sampah baru tetapi juga mengurangi tumpukan sampah lama di TPA Bantargebang. Teknologi baru yang digunakan memungkinkan pengolahan sampah lama menjadi energi listrik, sehingga diharapkan kawasan tersebut dapat dibersihkan secara bertahap.

Selain Jakarta, pemerintah melalui Zulkifli Hasan menyatakan bahwa kerja sama pengembangan PSEL akan diperluas ke berbagai daerah. Sebanyak 11 provinsi direncanakan menandatangani nota kesepahaman tahap berikutnya, sebagai bagian dari strategi nasional dalam pengelolaan sampah berbasis energi yang lebih luas dan berkelanjutan.

Search