Dalam pertemuan menteri pertahanan SCO yang berlangsung di Bishkek, Kyrgyzstan Wakil Menteri Pertahanan Iran, Reza Talaei-Nik, menegaskan bahwa negaranya siap mentransfer pengalaman dan teknologi pertahanan kepada negara-negara “merdeka”. Istilah tersebut merujuk pada negara Rusia, Pakistan, Belarus, dan sejumlah negara Asia yang memiliki kebijakan luar negeri independen dan dinilai tidak berada di bawah pengaruh dominan kekuatan Barat, khususnya Amerika Serikat. Dengan berbagi teknologi dan pengalaman militer, Iran ingin membangun jaringan keamanan bersama antarnegara anggota SCO.
Langkah ini dinilai penting untuk meningkatkan kemampuan kolektif dalam menghadapi ancaman global, termasuk konflik militer dan ketegangan geopolitik yang terus meningkat. Selain aspek keamanan, kebijakan itu juga bertujuan memperluas pengaruh Iran di kawasan Asia. Dengan menjalin kerja sama militer yang lebih erat, Teheran berupaya memperkuat posisinya sebagai aktor penting di luar blok Barat.
Iran juga ingin menunjukkan bahwa mereka memiliki kapasitas militer yang bisa menjadi alternatif bagi negara-negara yang tidak ingin bergantung pada Amerika Serikat atau sekutunya. Langkah ini juga merupakan respons langsung terhadap tekanan dari Washington. Iran menilai bahwa pengalaman mereka dalam menghadapi konflik dengan AS dapat menjadi pelajaran bagi negara lain. Dengan memperkuat aliansi melalui SCO, Iran berupaya meningkatkan daya tawarnya dalam percaturan internasional. Di tengah kebuntuan negosiasi dengan AS, strategi ini menjadi cara bagi Iran untuk tidak bergantung pada satu jalur diplomasi saja.
