Provinsi Jawa Barat tercatat sebagai wilayah dengan jumlah anak tidak sekolah tertinggi di Indonesia, mencapai 106.196 anak berdasarkan data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Pemerintah Provinsi Jawa Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Dedi Mulyadi menempatkan persoalan ini sebagai prioritas utama. Langkah awal yang dilakukan adalah pendataan menyeluruh di seluruh kabupaten dan kota guna mengetahui sebaran anak tidak sekolah secara akurat. Data tersebut akan menjadi dasar intervensi kebijakan, termasuk penjangkauan langsung oleh aparat desa, dinas pendidikan, serta tim pengawas untuk mendorong anak kembali mengenyam pendidikan.
Sejumlah kebijakan telah disiapkan untuk menekan angka putus sekolah, terutama melalui penghapusan hambatan biaya pendidikan. Pemerintah menjamin pendidikan gratis bagi masyarakat tidak mampu di sekolah negeri maupun swasta, serta pembiayaan jenjang sekolah dasar yang ditanggung pemerintah daerah. Selain faktor ekonomi, Dinas Pendidikan Kota Bandung mencatat penyebab lain yang mulai meningkat, yakni anak diminta bekerja membantu ekonomi keluarga serta fenomena kecanduan gawai yang membuat sebagian anak menolak kembali ke sekolah. Pemerintah daerah juga menekankan pentingnya peran orang tua dan kesiapan daerah dalam mendukung pembelajaran, termasuk pembelajaran jarak jauh.
Di tingkat daerah, verifikasi data terus dilakukan untuk memastikan angka riil anak putus sekolah, seperti di Kota Bandung yang terkoreksi dari 22.000 menjadi sekitar 7.800 anak setelah validasi. Pemerintah menyediakan jalur pendidikan alternatif melalui program kesetaraan Paket A, Paket B, dan Paket C di setiap kecamatan bagi anak yang tidak dapat kembali ke sekolah formal. Berdasarkan data Dinas Pendidikan Jawa Barat tahun ajaran 2024/2025, daerah dengan angka putus sekolah tinggi tersebar di sejumlah wilayah seperti Kabupaten Bekasi, Kabupaten Bogor, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Cianjur, dan Kabupaten Garut pada berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SD hingga SMK. Upaya terpadu ini diharapkan mampu menekan angka anak tidak sekolah secara signifikan di Jawa Barat.
