Iran menyatakan keraguan atas keseriusan Amerika Serikat dalam menempuh jalur diplomasi untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung selama berminggu-minggu. Di saat yang sama, Teheran mengeklaim telah memiliki “kerangka yang dapat diterapkan” untuk mengakhiri perang secara permanen. Pernyataan itu disampaikan di tengah mandeknya upaya perundingan yang dimediasi Pakistan. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengatakan bahwa negaranya telah membagikan sebuah “kerangka yang dapat diterapkan” kepada Pakistan guna mengakhiri perang dengan Amerika Serikat setelah kunjungannya ke Pakistan.
Ia menyebut kunjungan tersebut “sangat membuahkan hasil” dan memuji peran Pakistan dalam memfasilitasi dialog serta upaya “persaudaraan” untuk mengembalikan perdamaian di kawasan. Pakistan sendiri saat ini berperan sebagai mediator antara Teheran dan Washington di tengah meningkatnya ketegangan setelah eskalasi militer terbaru. Meski menawarkan kerangka solusi, Iran menyampaikan skeptisisme terhadap niat Amerika Serikat. Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump membatalkan rencana kunjungan utusannya ke Pakistan, yakni Steve Witkoff dan Jared Kushner. Trump juga menyatakan bahwa keputusan tersebut tidak serta-merta berarti konflik akan kembali memanas. Upaya perundingan untuk mengakhiri perang sejauh ini belum membuahkan hasil.
