Sebanyak 1.773 Aparatur Sipil Negara (ASN) dari berbagai kementerian dan lembaga mengikuti gelombang pertama Latihan Dasar Militer (Latsarmil) Komponen Cadangan (Komcad) yang dimulai pada 22 April 2026 di sejumlah fasilitas pendidikan militer. Pelatihan berlangsung selama 1,5 bulan sebelum peserta ditetapkan sebagai anggota Komcad pada 5 Juni 2026.
Program Komcad melibatkan unsur ASN dari berbagai daerah seperti 500 ASN pemerintah daerah Sulawesi Selatan dan akan diperluas ke berbagai wilayah lain seperti Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, hingga Kepulauan Riau. Kepala Badan Cadangan Nasional Kementerian Pertahanan Letjen TNI Gabriel Lama menilai hampir 5 juta ASN di Indonesia merupakan potensi besar kekuatan pertahanan negara. Hingga kini, TNI telah memiliki hampir 50.000 personel Komcad sejak program ini dimulai pada 2021, dengan unsur peserta berasal dari ASN, komponen reguler, dan sektor swasta.
Kementerian Pertahanan menegaskan pembentukan Komcad merupakan bagian dari strategi memperkuat Sistem Pertahanan Semesta yang berlandaskan UUD 1945 dan UU Nomor 3 Tahun 2002 tentang pertahanan negara. Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menilai keterlibatan ASN menjadi bentuk sinergi nasional menghadapi ancaman global yang semakin kompleks. Melalui konsep pertahanan defensif aktif “Perisai Trisula Nusantara”, Komcad berfungsi sebagai kekuatan tambahan untuk mendukung Komponen Utama TNI dalam menjaga ketahanan dan keamanan nasional secara terintegrasi.
