Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso alias Busan, menyebut harga minyak goreng kemasan atau premium naik imbas kemahalan harga plastik. Busan telah memastikan ketersediaan minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) sebagai bahan baku minyak goreng tidak ada masalah. Berdasarkan data Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan, per hari ini rata-rata nasional harga minyak goreng premium sudah hampir Rp22.000 per liter.
Menurut Busan, persoalan kemahalan harga plastik harus segera diselesaikan. Oleh karena itu, pihaknya terus berkomunikasi dengan pelaku industri plastik. Menurutnya, mereka menyatakan terus memproduksi plastik dengan bahan baku impor yang juga diupayakan pemerintah datang dari luar negeri. Busan berharap produksi plastik bisa terus berjalan dan tidak menghadapi kendala. Ketika pasokan bahan baku dan produksi sudah berjalan normal, maka harga plastik di pasar juga harus turun.
Berdasarkan data SP2KP Kementerian Perdagangan, harga minyak goreng kemasan premium per hari ini di angka Rp21.796 per liter. Padahal, pada 25 Maret lalu, rata-rata harga minyak goreng kemasan premium di angka Rp21.237 per liter. Sementara, harga minyak goreng sawit curah per 21 April terpantau di angka Rp19.474 per liter. Pada 25 Maret lalu, harga minyak goreng curah terpantau masih di angka Rp18.975 per liter.
