Lebanon Ungkap Tujuan Negosiasi dengan Israel, Tuntut 3 Hal

Presiden Lebanon Joseph Aoun pada Senin (20/4/2026) mengungkap tiga tujuan negosiasi dengan Israel. Aoun menegaskan, perundingan dengan Israel bertujuan mengakhiri perang, sekaligus menyudahi pendudukan di wilayah selatan Lebanon. Selain itu, tujuan utama pembicaraan ini adalah memulihkan kontrol penuh Lebanon atas wilayahnya sendiri. Ia pun menunjuk mantan Duta Besar Lebanon untuk Amerika Serikat (AS), Simon Karam, sebagai ketua delegasi.

Penunjukan ini diambil di tengah masa gencatan senjata 10 hari yang dimulai sejak Jumat (17/4/2026), menyusul pengumuman dari Presiden AS Donald Trump. Gencatan senjata tersebut menghentikan sementara pertempuran antara Hizbullah dan Israel yang telah berlangsung lebih dari enam minggu. Dampak perang tercatat sangat masif, dengan lebih dari 2.300 korban jiwa akibat serangan Israel, dan lebih dari satu juta orang terpaksa mengungsi sejak konflik pecah bulan lalu.

Meski gencatan senjata di Lebanon menjadi salah satu syarat Iran dalam diplomasinya dengan Washington, Aoun menegaskan bahwa pembicaraan Lebanon-Israel akan bersifat otonom. Hizbullah, yang didukung oleh Iran, tidak dilibatkan dalam proses perundingan. Kelompok tersebut beserta pendukungnya menyatakan penolakan keras terhadap negosiasi bilateral Lebanon-Israel.


Search