Klaim Purbaya soal Modal Asing Guyur RI Realistis atau Omon-omon?

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengklaim arus modal asing ke Indonesia akan meningkat setelah pertemuannya dengan International Monetary Fund, World Bank, serta investor global di Amerika Serikat. Ia menyebut para investor menilai positif arah kebijakan fiskal Indonesia di bawah Presiden Prabowo Subianto, yang dinilai mampu mendorong pertumbuhan ekonomi tanpa mengabaikan kehati-hatian fiskal.

Namun, sejumlah ekonom menilai klaim tersebut masih terlalu dini dan belum mencerminkan kondisi pasar saat ini. Syafruddin Karimi menyebut fundamental ekonomi Indonesia memang cukup kuat, ditopang pertumbuhan ekonomi, inflasi terkendali, serta rasio utang yang moderat. Meski demikian, pasar belum memberikan konfirmasi penuh, terlihat dari nilai tukar rupiah yang masih lemah dan belum adanya arus modal asing yang signifikan.

Pandangan serupa disampaikan Bhima Yudhistira dan Yusuf Rendy Manilet yang menilai klaim tersebut lebih merupakan upaya membangun kepercayaan pasar. Indonesia dinilai tetap menarik secara fundamental, namun sentimen investor masih tertekan oleh faktor global, pelemahan rupiah, dan risiko pasar. Tanpa perbaikan fundamental dan stabilitas yang lebih kuat, arus modal asing berpotensi hanya menjadi optimisme jangka pendek.

Search