Trump Bocorkan Perundingan Damai AS-Iran Putaran Kedua, Digelar Kamis

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengungkapkan, putaran kedua perundingan damai dengan Iran kemungkinan akan segera digelar di Pakistan dalam dua hari ke depan, yaitu pada Kamis (16/4/2026). Setelah kedua belah menemui kebuntuan dalam pertemuan pertama pada Sabtu (11/4/2026) hingga Minggu (12/4/2026). Trump secara terbuka menyatakan ketidaksukaannya terhadap laporan mengenai draf kesepakatan yang diajukan negaranya.  Laporan tersebut menyebutkan bahwa AS mengusulkan “penangguhan” seluruh aktivitas nuklir Iran selama 20 tahun, bukan memberlakukan larangan permanen terhadap pengayaan nuklir. Trump menegaskan bahwa komitmen AS tetap pada pelarangan total kepemilikan senjata nuklir oleh Teheran.

Rencana perundingan baru ini muncul setelah perundingan tertutup selama 16 jam yang dipimpin oleh Wakil Presiden AS JD Vance di Pakistan pada akhir pekan lalu berakhir tanpa kesepakatan.  Vance meninggalkan lokasi pada Minggu pagi lebih awal dari jadwal semula. Pihak AS bersikeras pada sejumlah poin krusial, yakni penghentian seluruh pengayaan uranium Iran dan pembongkaran fasilitas nuklir utama. Washington juga menuntut Teheran untuk membuka penuh Selat Hormuz tanpa pungutan biaya biaya, serta menghentikan pendanaan untuk kelompok proksi regional.

Sebaliknya, Iran mengajukan tuntutan yang mencakup gencatan senjata permanen yang terjamin, serta pencabutan sanksi primer dan sekunder. Iran juga mendesak pencairan aset-aset yang dibekukan serta pengakuan hak pengayaan uranium dan kendali atas Selat Hormuz. Sementara Washington fokus pada masalah nuklir dan Selat Hormuz, Teheran menginginkan pemahaman yang lebih luas, menurut dua sumber kepada Reuters. Tembok perbedaan pun tetap terlalu tinggi. Pihak AS bersikeras pada “garis merah” mereka soal nuklir, sementara pihak Iran merasa AS tidak memahami kekhawatiran mendasar mereka soal kepercayaan. 

Search