Transformasi digital Usaha Mikro Kecil, dan Menengah atau UMKM di Indonesia memasuki babak baru. Jika sebelumnya tantangan utama adalah mendorong pelaku usaha masuk ke ekosistem online, kini persoalan bergeser menjadi gaimana memastikan pasar digital benar-benar adil dan memberi ruang tumbuh bagi UMKM.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Nezar Patria mengatakan akses internet tidak lagi menjadi masalah utama. Dengan cakupan internet yang telah menjangkau sekitar 98% wilayah berpenduduk, hampir seluruh UMKM sudah terkoneksi ke dunia digital. Pemerintah kini menggeser fokus ke konsep meaningful connectivity yaitu konektivitas yang mampu menghasilkan dampak nyata. Ukurannya bukan lagi jumlah UMKM yang hadir di platform digital, melainkan sejauh mana mereka mampu meningkatkan kapasitas, memperluas pasar, dan naik kelas.
Namun, di balik peluang besar digitalisasi, tantangan baru muncul. UMKM kini harus bersaing dengan produk impor murah yang membanjiri platform digital. Kondisi ini menciptakan ketimpangan yang berpotensi menggerus daya saing pelaku usaha lokal.
