Seorang pejabat AS menyatakan bahwa 10 poin rencana gencatan senjata yang dipublikasikan oleh media negara Iran bukanlah kerangka kerja yang berlaku dan tidak sama dengan syarat yang disetujui Gedung Putih. Dokumen tersebut tidak diterbitkan secara resmi oleh pemerintah Iran.
Presiden Trump mengaku bahwa AS menerima proposal 10 poin Iran sebagai dasar negosiasi, namun kemudian mengecam laporan yang dianggapnya palsu dan menegaskan hanya ada satu rangkaian poin yang dapat diterima Amerika Serikat, yang akan dibahas secara tertutup. Wakil Presiden JD Vance menjelaskan adanya kesalahpahaman bahwa gencatan senjata mencakup Lebanon; posisi AS menekankan fokus pada Iran dan sekutu AS, sementara Perdana Menteri Pakistan menyatakan sebaliknya, dan Israel katanya setuju menahan diri di Lebanon.
