Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan Indonesia sudah mendapatkan pengganti impor Liquefied Petroleum Gas (LPG) dari Timur Tengah. Diantara negara tersebut adalah Amerika Serikat (AS) hingga Australia. Sebagai catatan, hingga saat ini Indonesia mengimpor sekitar 7,6 juta ton LPG per tahun untuk memenuhi kebutuhan domestik. Dari total tersebut, sekitar 70-75% dipasok dari Amerika Serikat, 20% dari Timur Tengah, dan sisanya dari negara lain seperti Australia. Tak cuma LPG, peralihan impor juga terjadi untuk minyak mentah. Di mana pemerintah, kata Bahlil sudah mengalihkan impor ke Angola, Nigeria dan juga Afrika. Di sisi lain, sebelumnya Bahlil sempat mengatakan, bahwa kebutuhan produk BBM jadi (bensin) mulai banyak dipenuhi secara domestik melalui Kilang RDMP Balikpapan yang memproduksi 5,6 juta kiloliter bensin dan 4,5 juta kiloliter solar.
