Iran Respons Ultimatum Serangan Trump: Biarkan Dia Ngoceh

Iran menganggap Presiden Amerika Serikat Donald Trump banyak omong dan menantang ultimatum perang sang presiden. Anggota Dewan Penentu Kebijakan (Expediency Discernment Council) Iran, Saeed Jalili, lantas menilai mendiamkan Trump bukanlah pendekatan yang tepat. Ia berpendapat biarkan saja Trump berkata semaunya karena menurutnya, pernyataan presiden 79 tahun itu justru mengungkap karakter Amerika Serikat sebenarnya.

Ejekan itu dilayangkan Jalili usai dalam konferensi pers di Gedung Putih pada Senin (6/4), Trump mengancam akan “melenyapkan” Iran dalam satu malam. Itu merupakan ultimatum terbaru Trump menyusul desakannya terhadap Iran untuk segera membuka Selat Hormuz dan upaya negosiasi gencatan. Trump sebelumnya bahkan mengancam akan menjadikan Iran neraka jika tak kunjung membuka Selat Hormuz dalam waktu yang ia tentukan. Ia juga mengatakan militer AS bisa menghancurkan situs energi dan infrastruktur Iran lainnya dalam kurun waktu empat jam jika ultimatum habis.

Militer Iran menegaskan retorika “angkuh” Trump terkait perang di Timur Tengah tidak akan menghambat pasukan Iran. Militer Iran menilai ancaman verbal Trump selama ini tak berdampak apa-apa terhadap angkatan bersenjatanya. Ejekan itu dilayangkan Iran usai dalam konferensi pers di Gedung Putih pada Senin (6/4), Trump mengancam akan “melenyapkan” Iran dalam satu malam. Ultimatum Trump ke Iran akan berakhir hari ini, Selasa (7/4) pukul 20.00 waktu Iran. Dalam konferensi pers pada Senin, Trump mengatakan bakal merontokkan seluruh jembatan dan pembangkit listrik Iran.

Search