Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia, Hikmahanto Juwana, mengatakan Indonesia berada pada posisi tak mudah terkait kapal Pertamina yang masih tertahan di Selat Hormuz, Iran. Dalam konteks ini, Indonesia berada dalam posisi yang dilematis. Di satu sisi, Indonesia ingin kapal tankernya dapat melintas di Selat Hormuz demi kepentingan nasional. Namun di sisi lain, langkah tersebut berisiko membuat Indonesia dianggap berpihak dan dipersepsikan sebagai lawan oleh Amerika Serikat.
