Lembaga riset dan publikasi NEXT Indonesia Center melaporkan bahwa jumlah uang beredar mengalami lonjakan tinggi pada Lebaran 2026, yakni mencapai Rp1.370 triliun. NEXT Indonesia Center menilai bahwa besarnya uang yang beredar menunjukkan bahwa lebaran menjadi momen penting bagi ekonomi Indonesia. Pertumbuhan likuiditas yang tajam memperlihatkan bahwa terdapat peningkatan daya beli masyarakat serta kesiapan konsumsi rumah tangga nasional. Dia menjelaskan bahwa jumlah uang beredar tersebut lebih tinggi 10,4% atau naik Rp130 triliun dibandingkan periode jelang Lebaran 2025, yang berada di angka Rp1.240 triliun. Menurutnya, kenaikan pertumbuhan uang tunai menjelang momen Idul Fitri mencerminkan resiliensi ekonomi nasional. Hal tersebut juga menjadi bukti adanya penguatan aktivitas ekonomi di tingkat akar rumput.
NEXT Indonesia Center mencatat adanya hal lain yang patut diperhatikan, yaitu jumlah uang yang berada langsung di kantong masyarakat alias di luar kas perbankan. Menjelang Lebaran 2026, dana siap belanja tersebut mencapai Rp1.241 triliun, naik Rp104 triliun atau 9,1% dibandingkan Lebaran 2025, yaitu sebesar Rp1.137 triliun. “Tambahan uang tunai sebesar Rp104 triliun yang dipegang masyarakat merupakan likuiditas segar yang siap memutar roda ekonomi di berbagai daerah tujuan pemudik,” ujarnya.
Kementerian Perhubungan sendiri mencatat adanya kenaikan volume penumpang yang signifikan pada semua moda transportasi dalam periode arus mudik, yaitu 8 hari menjelang Lebaran (H-8) hingga Hari H Lebaran 2026. Sektor transportasi air melalui kapal (ASDP) menjadi lini dengan penambahan jumlah pemudik terbesar. Jumlah penumpang yang pergi melalui kapal pada 2026 mencapai 2.697.459 orang, bertambah 360.840 pemudik dari jumlah 2.336.619 orang pada 2025. Menurut Ade Holis, peningkatan penumpang di jalur laut ini merupakan hal sangat penting karena mengindikasikan pemerataan sirkulasi ekonomi antarpulau. Artinya, uang tidak hanya berputar di pusat Indonesia, tetapi mengalir dengan kencang ke berbagai wilayah lain. Ade Holis menilai bahwa sinkronisasi antara likuiditas dan mobilitas masyarakat merupakan hal yang positif, terutama karena menjadi kunci pertumbuhan ekonomi nasional.
