Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) membangun Laboratorium Sosial Sains Kepolisian di kompleks Akademi Kepolisian sebagai pusat penelitian model pemolisian. Fasilitas ini ditujukan untuk menghasilkan kebijakan yang presisi di tengah perubahan zaman yang dipengaruhi revolusi digital, dinamika geopolitik, dan transformasi sosial yang semakin kompleks.
Menurut Dedi Prasetyo, laboratorium ini menjadi ruang integratif yang menghubungkan teori dan praktik melalui pendekatan berbasis data, analisis ilmiah, serta simulasi kondisi lapangan. Dengan demikian, berbagai model pemolisian dapat diuji secara nyata guna menghasilkan kebijakan yang lebih efektif, adaptif, dan berbasis bukti (evidence-based policing).
Selain sebagai pusat riset, laboratorium ini juga diharapkan menjadi sarana pembelajaran untuk membentuk karakter personel Polri yang unggul dan berorientasi pada pelayanan masyarakat. Keberadaannya menjadi langkah strategis dalam meningkatkan profesionalitas serta memperkuat fondasi akademik kepolisian, sehingga praktik Polri ke depan semakin ilmiah, transparan, dan akuntabel.
