Dampak Perang Iran, OECD Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI jadi 4,8%

OECD menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 4,8 % pada 2026 dan 5,0 % pada 2027, di bawah perkiraan sebelumnya (5,0 %‑5,1 %) serta di bawah target pemerintah sebesar 5,4 % (potensi 5,6 %). Penurunan tersebut disebabkan oleh guncangan pasokan energi akibat konflik di Timur Tengah, yang memicu inflasi lebih tinggi serta menambah ketidakpastian bagi investasi dan konsumsi.

Secara global, pertumbuhan diperkirakan 2,9 % pada 2026 dan 3,0 % pada 2027, sementara inflasi G20 tetap tinggi (4,0 % sebelum turun ke 2,7 %); risiko tambahan meliputi kenaikan harga energi dan pupuk, inflasi pangan, volatilitas pasar keuangan, serta tekanan fiskal. Laporan juga mengungkapkan volatilitas pasar keuangan dan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah juga meningkatkan risiko fiskal.

Search