Protes No Kings kembali melanda AS pada 28 Maret, dengan jutaan orang di kota‑kota besar seperti New York, Los Angeles, dan Washington DC serta demonstrasi di luar negeri seperti Paris dan London; aksi menentang kebijakan imigrasi federal, perang Iran, dan kenaikan biaya hidup yang dianggap otoriter di bawah Trump. Di Washington DC ribuan orang mengisi National Mall dan Lincoln Memorial, menampilkan patung satir serta penampilan Bruce Springsteen dengan lagu kritis.
Sementara bentrokan kecil terjadi di Dallas dan Los Angeles dan aparat federal menggunakan langkah pengendalian massa; lebih dari 3.300 agenda direncanakan di 50 negara bagian serta kota internasional seperti Roma dan Berlin. Penyebab utama protes adalah perluasan kekuasaan eksekutif Trump sejak kembali menjabat pada 2025, termasuk penggunaan Garda Nasional dan kebijakan kontroversial, yang ditanggapi Gedung Putih sebagai “terapi gangguan Trump”. Pendiri Indivisible Leah Greenberg menekankan pentingnya lokasi demonstrasi sebagai indikator mobilisasi.
