Konflik antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel memicu krisis energi global, terutama setelah terjadi pembatasan lalu lintas kapal di Selat Hormuz, yang merupakan jalur vital distribusi energi dunia. Sejak 28 Februari 2026, Iran disebut efektif menghambat distribusi minyak dan gas melalui jalur yang berada di antara Iran dan Oman tersebut. Dampaknya, harga minyak mentah global jenis Brent melonjak tajam dan memicu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di berbagai negara, terutama di kawasan Asia. Hal ini karena hampir 90 persen minyak dan gas yang melewati Selat Hormuz ditujukan ke kawasan tersebut, sehingga setiap gangguan pasokan langsung menekan stabilitas energi regional.
