ADB Tawarkan Bantuan ke Indonesia Cs Buat Hadapi Imbas Perang AS-Iran

Bank Pembangunan Asia atau Asian Development Bank (ADB) menawarkan paket dukungan keuangan kepada negara-negara berkembang guna memitigasi dampak perang Amerika Serikat (AS)-Israel dan Iran. Tawaran itu disampaikan ADB tanpa menyebutkan nominal kepada negara-negara anggota yang merupakan developing member countries (DMCs). Hal itu disampaikan oleh Presiden ADB Masato Kanda melalui keterangan resmi di Manila, Filipina, Selasa (24/3/2026). Analisis terbaru ADB menunjukkan bahwa gangguan pada rute pengiriman telah menyebabkan kenaikan biaya dan waktu pengiriman. Sementara itu, risiko pasokan tidak hanya mencakup sektor energi, tetapi juga bahan baku industri utama seperti petrokimia dan pupuk, yang berdampak serius terhadap pertanian dan produksi pangan. Perekonomian yang bergantung pada pariwisata dan pengiriman uang menghadapi kerentanan yang semakin parah di luar guncangan awal tersebut. 

Sebagai tanggapan, ADB siap memberikan dukungan keuangan dan teknis yang tepat waktu untuk membantu negara-negara anggota mengelola risiko, menjaga stabilitas makroekonomi, dan melindungi kelompok masyarakat yang rentan. Ada dua komponen utama dalam intervensi ADB. Pertama, dukungan anggaran yang disalurkan dengan cepat untuk membantu negara-negara anggota yang menghadapi tekanan fiskal yang meningkat. Kedua, Program Pembiayaan Perdagangan dan Rantai Pasokan (TSCFP) ADB, yang mendukung sektor swasta untuk memastikan impor penting, termasuk energi dan pangan, tetap mengalir. ADB telah memutuskan untuk mengaktifkan kembali dukungan untuk impor minyak di bawah program ini untuk periode terbatas. Keputusan ini dipicu oleh perekonomian dan kondisi masyarakat di seluruh kawasan ini yang sangat terpengaruh oleh lonjakan harga minyak yang cepat dan terganggunya rantai pasokan.

Search