Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melaporkan lebih dari 500 warga sipil tewas dalam perang saudara di Sudan antara Januari hingga pertengahan Maret 2026. PBB mencatat ada peningkatan tajam dalam penggunaan drone dalam perang saudara Sudan. Mereka menggarisbawahi ada “dampak dahsyat dari senjata berteknologi tinggi dan relatif murah di daerah berpenduduk”. Sebagian besar kematian warga sipil ini terjadi di tiga negara bagian di wilayah Kordofan.
Saat ini wilayah Kordofan, Sudan selatan merupakan medan pertempuran paling sengit dalam perang tiga tahun antara tentara reguler dan pasukan paramiliter Rapid Support Forces (RSF). Wilayah ini menghubungkan benteng-benteng RSF di wilayah Darfur barat dengan wilayah timur yang dikuasai militer. Hampir setiap hari terjadi serangan drone dan menewaskan puluhan orang di seluruh wilayah tersebut. Militer berupaya membendung RSF dan mendorong mereka kembali ke Darfur, menjauh dari ibu kota Khartoum.
Konflik di Sudan telah membuat 11 juta orang mengungsi sehingga menciptakan krisis kelaparan dan pengungsian terbesar di dunia. PBB pun mendesak semua negara khususnya negara-negara berpengaruh untuk melakukan upaya untuk mengakhiri transfer senjata yang memicu konflik. Perlu ada upaya diplomatik yang diperbarui untuk mencapai gencatan senjata yang mendesak guna mengakhiri konflik
