Antisipasi Dampak Konflik Global, Menko Airlangga Dorong Penguatan Pariwisata sebagai Mesin Pertumbuhan Ekonomi

Sektor pariwisata telah membuktikan perannya sebagai salah satu mesin pertumbuhan ekonomi nasional dengan kontribusi mencapai Rp 945,7 triliun atau setara 3,97 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia pada 2025. Pencapaian tersebut didorong oleh lonjakan kunjungan wisatawan mancanegara yang mencapai 15,39 juta orang atau tumbuh 10,7 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Selain itu, sektor ini menyumbang devisa sebesar 18,91 miliar dollar Amerika Serikat (AS) serta menjadi sumber penghidupan bagi 25,91 juta tenaga kerja.

Namun, ketangguhan sektor pariwisata kini diuji oleh gejolak global, khususnya konflik di Timur Tengah yang mengganggu konektivitas penerbangan internasional. Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Republik Indonesia (RI) memproyeksikan potensi kehilangan 5.500 wisatawan mancanegara dan kerugian devisa hingga Rp 184,8 miliar per hari apabila tidak dimitigasi dengan baik. “Untuk itu, Indonesia perlu segera melakukan reformasi guna memitigasi dampak krisis global sekaligus membangun sektor pariwisata yang kompetitif dan tangguh,” ujar Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

Search