Presiden AS Donald Trump memberikan peringatan keras kepada NATO bahwa masa depan aliansi berada dalam bahaya jika negara-negara anggotanya gagal membantu membuka blokade di Selat Hormuz. Peringatan ini disampaikannya dalam sebuah wawancara dengan Financial Times pada Minggu (15/3/2026). Trump juga memberikan tekanan kepada Beijing dan mengisyaratkan kemungkinan menunda pertemuan puncaknya dengan Presiden China Xi Jinping akhir bulan ini jika China tidak turun tangan membantu.
Ia berpendapat, Eropa dan China sangat bergantung pada minyak dari Teluk, tidak seperti AS. “Jika tidak ada tanggapan atau jika tanggapannya negatif, saya pikir itu akan sangat buruk bagi masa depan NATO,” tambahnya. Komentar Trump, yang disampaikan dalam percakapan telepon selama delapan menit dengan FT, muncul sehari setelah ia menyerukan kepada untuk bergabung dalam upaya membuka Selat Hormuz. Iran pada dasarnya menutup Selat Hormuz usai diserang AS dan Israel dua minggu lalu. Upaya AS untuk membuka jalur air tersebut sebagian besar gagal. Harga minyak internasional mencapai 106 dollar per barrel pada Minggu malam, naik sekitar 45 persen sejak awal perang.
Kendati demikian, Trump tetap pesimis bahwa sekutu AS akan mengindahkan permohonannya untuk meminta bantuan. Menurutnya, sekutu harus mengirimkan kapal penyapu ranjau yang jumlahnya jauh lebih banyak dimiliki Eropa daripada AS. Dia juga menginginkan orang-orang yang akan melumpuhkan beberapa aktor jahat yang berada di sepanjang pantai Iran. Trump mengisyaratkan bahwa dia menginginkan tim komando Eropa atau bantuan militer lainnya untuk melenyapkan warga Iran.
