Harga Minyak Kembali Tembus 100 Dollar AS di Tengah Ancaman Serangan ke Fasilitas Energi Iran

Harga minyak dunia kembali melonjak dan menembus level 100 dollar AS per barel pada Minggu (15/3/2026) malam. Dilaporkan CNBC, minyak mentah Amerika Serikat jenis West Texas Intermediate (WTI) naik 2,64 persen menjadi 101,32 dollar AS per barel atau sekitar Rp1,71 juta per barel dengan kurs Rp16.939 per dollar AS. Minyak Brent yang menjadi acuan global juga meningkat. Harga Brent naik 2,94 persen menjadi 106,17 dollar AS per barel atau sekitar Rp1,80 juta per barel. Kenaikan harga muncul setelah pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mempertimbangkan serangan terhadap fasilitas ekspor minyak utama Iran di Pulau Kharg.

Pulau Kharg merupakan pusat utama ekspor minyak Iran. Sekitar 90 persen ekspor minyak negara tersebut dikirim melalui terminal di pulau tersebut, menurut data JPMorgan. Iran memproduksi sekitar 3,2 juta barel minyak per hari pada Februari. Data tersebut berasal dari Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak atau Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC). Analis JPMorgan menilai serangan langsung terhadap fasilitas ekspor di pulau tersebut berpotensi memicu gangguan besar terhadap pasokan minyak global. Kepala strategi komoditas global JPMorgan Natasha Kaneva menilai serangan tersebut dapat menghentikan sebagian besar ekspor minyak mentah Iran yang mencapai sekitar 1,5 juta barel per hari. Menurut dia, langkah tersebut juga berisiko memicu respons keras dari Iran.

Search