Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) mencatat ekspor minyak sawit Indonesia meningkat 9,5 persen (yoy) menjadi sekitar 32 juta ton sepanjang 2025. Nilai ekspor komoditas tersebut mencapai sekitar US$35 miliar atau setara Rp591,8 triliun (asumsi kurs Rp16.911 per dolar AS). Sekretaris Jenderal GAPKI Hadi Sugeng Wahyudiono mengatakan kenaikan tersebut terjadi meski industri sawit menghadapi berbagai tantangan baik dari dalam negeri maupun global. Namun, ia mengakui kondisi tersebut membuat biaya dan waktu pengiriman meningkat dibandingkan sebelumnya. Meski begitu, industri sawit dinilai masih mampu bertahan dan menjaga kinerja ekspor tetap positif.
Sementara itu, Ketua Umum GAPKI Eddy Martono menegaskan industri sawit masih menjadi salah satu penopang utama ekonomi nasional. Ia menyebut sektor ini berkontribusi besar terhadap devisa negara serta penyerapan tenaga kerja. Ia menilai kinerja ekspor sawit yang tetap tumbuh menunjukkan daya tahan industri tersebut meski menghadapi berbagai tantangan global maupun kebijakan domestik. GAPKI juga mencatat Indonesia saat ini mengekspor produk sawit ke 177 negara. Organisasi itu menilai keberlanjutan industri sawit perlu terus dijaga agar tetap mampu memberikan kontribusi bagi perekonomian nasional di masa depan.
