8 Update Perang AS-Israel Vs Iran: Iran Menggila, Hormuz Mencekam

Setelah 12 hari pertempuran, perang kini menunjukkan tanda-tanda kebuntuan. Kekerasan terjadi di berbagai wilayah Timur Tengah. Badan pengungsi PBB melaporkan setidaknya 759.000 orang mengungsi di dalam Lebanon, sementara lebih dari 92.000 orang menyeberang ke negara tetangga, Syria. Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengatakan operasi akan terus berlanjut. Trump juga mengeklaim militer AS telah menghancurkan 58 kapal angkatan laut Iran, namun menegaskan operasi militer belum akan dihentikan.

Konflik ini memicu kekhawatiran besar di seluruh dunia karena lonjakan harga minyak berpotensi menimbulkan guncangan ekonomi dan kemarahan publik di banyak negara. Pasukan Garda Revolusi Iran menegaskan Teheran tidak akan mengizinkan ekspor minyak melewati jalur tersebut. Mereka mengatakan Iran tidak akan membiarkan “satu liter minyak pun” melewati jalur vital itu sampai pengeboman oleh AS dan Israel dihentikan.

Pada Rabu, Dewan Keamanan PBB mengesahkan resolusi yang menuntut penghentian segera serangan terhadap negara-negara Teluk. “Tindakan hari ini merupakan penyalahgunaan terang-terangan mandat Dewan Keamanan demi agenda politik anggota tertentu,” ujarnya. Lebih dari 1.300 warga sipil Iran tewas sejak serangan udara AS dan Israel dimulai pada 28 Februari. Di Lebanon, serangan Israel terhadap Hizbullah telah menewaskan 570 orang, termasuk 45 perempuan dan 86 anak-anak. Sementara itu, Washington mengatakan tujuh tentara AS tewas dan sekitar 140 lainnya terluka dalam konflik yang terus meluas ini.

Search