Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) menyatakan pembangunan hunian sementara (huntara) bagi korban bencana telah mencapai lebih dari 90 persen. Huntara tersebut disiapkan untuk menampung warga yang masih tinggal di tenda pengungsian akibat bencana hidrometeorologi yang melanda beberapa wilayah pada akhir 2025. Pemerintah menargetkan para pengungsi sudah dapat menempati hunian sementara tersebut sebelum Hari Raya Idulfitri.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekdaprov Sumut Basarin Yunus Tanjung menjelaskan bahwa sebagian pengungsi bahkan sudah mulai menempati huntara di beberapa lokasi. Pemerintah juga terus mempercepat proses pemindahan warga dari tenda ke hunian yang lebih layak agar mereka dapat menjalani kehidupan yang lebih normal dan aman. Upaya ini dilakukan melalui koordinasi berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan lembaga terkait.
Selain pembangunan huntara, pemerintah juga menyalurkan Dana Tunggu Hunian (DTH) bagi pengungsi yang memilih tinggal sementara di tempat lain. Dengan percepatan pembangunan dan bantuan tersebut, Pemprov Sumut menargetkan tidak ada lagi warga yang tinggal di tenda pengungsian saat Lebaran sehingga para korban bencana dapat merayakan hari raya dengan kondisi yang lebih baik.
