Terbitkan Obligasi Ritel Infrastruktur, SMI Kejar Rp300 Miliar

PT. Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau PT. SMI merilis Obligasi Ritel Infrastruktur (ORIS). Instrumen investasi ini merupakan bagian dari Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Keberlanjutan Berkelanjutan I PT. SMI Tahap II Tahun 2026. Direktur Utama PT. SMI Reynaldi Hermansjah mengatakan nantinya seluruh dana yang didapat dari penjualan obligasi ini akan digunakan untuk pembangunan jaringan infrastruktur tanah air. Mulai dari jalan dan jembatan, rumah sakit, hingga penyediaan air minum dan ketenagalistrikan. Melalui instrumen ini PT SMI tak hanya berfokus pada penyelesaian proyek fisik semata, namun juga pada nilai tambah yang dihasilkan bagi masyarakat. “Dari sisi kontribusi kepada pembangunan nasional, secara akumulatif nilai proyek yang telah dibiayai oleh PT. Sarana Multi infrastruktur adalah sebesar Rp1.183 triliun meliputi 192 proyek PSN,” terang Reynaldi. “Menurut perhitungan kami, kami telah mendapatkan multiplier efek sebesar 8,9 kali,” sambungnya.

Direktur Manajemen Risiko PT SMI Pradana Murti menjelaskan ORIS diterbitkan dalam dua pilihan tenor yakni 1 tahun dan 3 tahun. Dengan masing-masing memberikan kupon dengan bunga sebesar 5,60% untuk tenor 1 tahun dan 6,05% untuk tenor 3 tahun. Proses settlement atau penerbitan obligasi akan dilakukan pada 6 Mei 2026. “Obligasi penerbitan adalah sebanyak-banyaknya sebesar Rp300 miliar. Kemudian peringkat instrumen adalah idAAA oleh Pefindo, ini merupakan peringkat tertinggi yang dapat diberikan oleh lembaga rating di Indonesia terhadap korporasi di Indonesia,” ujarnya. Pembayaran kupon pertama kepada investor dijadwalkan pada 6 Juni 2026 yang sekaligus menjadi akhir masa minimum holding period bagi investor. Artinya ORIS juga dapat diperdagangkan di pasar sekunder setelah masa minimum holding period.

Search