Purbaya Salahkan Ekonom atas Anjloknya Rupiah dan IHSG

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menilai pelemahan nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Senin (9/3) dipicu oleh pernyataan sejumlah ekonom terkait dengan kondisi ekonomi Indonesia. Rupiah pada Senin pagi sempat melemah hingga menyentuh level Rp17.090 per dolar Amerika Serikat (AS) pada pukul 09.03 WIB. Namun pada penutupan perdagangan sore hari, rupiah berada di posisi Rp16.949 per dolar AS. Sementara itu, IHSG juga ditutup melemah di level 7.337 pada akhir perdagangan Senin. Indeks saham turun 248,31 poin atau anjlok sekitar 3,27 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya. “Rupiah Rp17 ribu, IHSG anjlok, karena sebagian teman-teman ekonom bilang katanya kita sudah resesi menuju 1998 lagi gitu lah, daya beli sudah hancur,” katanya di Pasar Tanah Abang Blok A, Jakarta Pusat, Senin (9/3).

Menurut Purbaya, perekonomian Indonesia justru tengah berada dalam fase ekspansi dan akselerasi. Kondisi inilah yang dia bilang sedang dijaga pemerintah untuk beberapa waktu ke depan. Purbaya pun meminta investor tidak perlu khawatir terhadap kondisi pasar keuangan domestik. Ia menilai fondasi ekonomi Indonesia masih kuat dan pemerintah memiliki pengalaman dalam menghadapi berbagai krisis ekonomi. Ia juga menyinggung pengalaman pemerintah dalam menghadapi krisis keuangan global 2008-2009, Indonesia tetap mampu mencatatkan pertumbuhan ekonomi ketika kondisi global sedang bergejolak. Selain itu, pemerintah disebut juga berhasil menjaga stabilitas ekonomi pada masa pandemi Covid-19 di tahun 2020.

Search