Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan realisasi defisit APBN sebesar Rp 135,7 triliun (0,53 % PDB) per Februari 2026 yang lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu (0,13 %). Pendapatan negara tercatat Rp 358 triliun (11,4 % target) dan belanja negara Rp 493,8 triliun (12,8 % target) hingga 28 Februari 2026.
Pengumpulan pajak selama dua bulan pertama 2026 tumbuh 30 % dan diproyeksikan tetap stabil. Purbaya menilai rasio utang, defisit, dan pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di titik aman, menyebut Indonesia sebagai negara dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di G20 serta menegaskan kebijakan likuiditas, perbaikan iklim bisnis, dan kerja sama dengan Amerika Serikat sebagai langkah tepat.
