Hashim: Program Perumahan Berpotensi Dorong Pertumbuhan Ekonomi hingga 2 Persen

Ketua Satuan Tugas Perumahan Hashim Djojohadikusumo menilai sektor perumahan berpotensi memberi kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Menurut dia, pembangunan perumahan dapat menyumbang sekitar 1,5 persen hingga 2 persen terhadap pertumbuhan ekonomi. Hashim menjelaskan sektor perumahan memiliki efek berganda yang besar terhadap aktivitas ekonomi. “Perumahan itu dampak terhadap ekonomi kita luar biasa, bisa berdampak 1,5 sampai 5 kali. Berarti setiap rupiah yang kita keluarkan untuk perumahan ini juga berdampak luar biasa,” ujarnya.

Hashim menilai Program 3 Juta Rumah yang tengah digalakkan pemerintah dapat menjadi salah satu penggerak ekonomi karena melibatkan banyak sektor usaha, sekitar 185 bidang ekonomi, mulai dari konstruksi hingga industri bahan bangunan. Selain memberi dampak ekonomi, program tersebut juga diarahkan untuk mengatasi kebutuhan hunian di Indonesia. Data pemerintah menunjukkan sekitar 27 juta keluarga masih tinggal di rumah tidak layak huni. Sementara jumlah keluarga yang masih menunggu akses hunian layak diperkirakan berkisar 9 juta hingga 15 juta keluarga.

Pemerintah saat ini menyiapkan sejumlah lahan untuk pembangunan hunian. Beberapa di antaranya 45 hektare milik Kementerian Komunikasi dan Digital di Depok, 41 hektare milik Kementerian Pertahanan di Jakarta Pusat, serta 30 hektare di Cikarang yang merupakan hibah dari Lippo Group. CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani menyatakan dukungan terhadap pembangunan hunian yang direncanakan di lahan hibah tersebut. Rosan mengatakan Danantara menyiapkan anggaran hingga Rp16 triliun untuk mendukung pembangunan hunian vertikal di kawasan itu.

Search