Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan, bahwa saat ini Indonesia sudah memulai melaksanakan impor minyak mentah dari Amerika Serikat (AS). Hal ini dilakukan untuk menutupi impor yang terhenti dari Timur Tengah yang melewati Selat Hormuz. Pasca perang antara Iran dengan Israel-Amerika Serikat (AS) beberapa waktu lalu, Iran memutuskan untuk menutup urat nadi peredaran minyak Dunia di Selat Hormuz, yang tercatat memiliki peredaran hingga 20,1 juta barel per hari (bph).
Untuk Indonesia sendiri sebanyak 19% impor minyak secara nasional diperoleh melalui Selat Hormuz tersebut. Nah, saat ini 2 Kapal minyak kargo milik PT Pertamina (Persero) masih terjebak di pelayaran sempit Teluk Persia itu. Sebagai penggantinya, Bahlil menerangkan, bahwa sekarang Indonesia sudah memulai melaksanakan impor dari AS secara bertahap.
