Ada Negara-Negara yang Mungkin tak Kirim Jamaah Haji Akibat Perang, Ini Antisipasi Kemenhaj

Dahnil Anzar Simanjuntak selaku Wakil Menteri Haji dan Umrah RI memastikan persiapan penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M berjalan lancar tanpa kendala, meski pemerintah tetap menyiapkan sejumlah skenario antisipasi akibat eskalasi konflik di Timur Tengah. Dalam Konsolidasi Perhajian dan Umrah di Asrama Haji Banten, ia menyatakan bahwa hingga kini belum ada penundaan maupun gangguan dalam tahapan persiapan. Pemerintah juga mengantisipasi kemungkinan adanya negara lain yang tidak mengirimkan jamaahnya akibat situasi geopolitik yang memanas.

Menurut Dahnil, tahun ini pola persiapan dilakukan lebih dini dan telah mencapai sekitar 95 persen, mencakup aspek katering, hotel, transportasi, penerbangan, hingga pembayaran. Ia menegaskan bahwa seluruh komponen teknis sudah hampir rampung, sehingga optimistis penyelenggaraan haji 2026 tidak terdampak konflik dan seluruh jamaah Indonesia dapat diberangkatkan sesuai jadwal. Secara khusus, ia meminta dukungan doa dari para pemangku kepentingan, terutama di Banten, agar 8.995 jamaah haji asal provinsi tersebut dapat berangkat dan kembali dengan selamat.

Sementara itu, Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Jawa Tengah, Fitriyanto, berharap konflik di Timur Tengah segera mereda agar tidak berdampak pada jadwal keberangkatan yang tinggal dua bulan lagi. Ia mengingatkan bahwa jika konflik berkepanjangan hingga menyebabkan penundaan haji, dampaknya akan sistemik, mulai dari antrean jamaah, akomodasi, hingga layanan yang telah dibayarkan di Arab Saudi. Di Jawa Tengah sendiri, daftar tunggu haji mencapai 911 ribu orang dengan masa tunggu 26 tahun. Ia juga mengimbau masyarakat yang berencana umrah dalam waktu dekat untuk menunda keberangkatan hingga situasi lebih kondusif.

Search