Dunia politik tidak mengenal sebutan “jalan buntu.” Hal ini diungkap oleh Ketua Komisi XI DPR Muhammad Misbakhun sebab ia menilai selalu ada pilihan yang paling banyak manfaatnya dan sedikit mudharatnya. “Politik inilah kan kemudian memberikan alternatif pilihan kebijakan, mana yang terbaik, paling banyak manfaatnya, paling sedikit mudaratnya. Dilematis sering, dilematis sering. Sangat sering. Contoh sederhananya, subsidi pupuk,” ungkapnya.
Beliau menilai penerapan skema pupuk subsidi market to market yang lebih baik dari cost plus margin. “Dengan harga pasar plus, negara justru menghemat. Kalau dulunya berapa pun harga yang dipatok oleh operator subsidi, itu negara akan bayar plus keuntungannya. Lah, kalau sekarang dengan mekanisme pasar, kemudian silakan mereka menggunakan mekanisme pasar, artinya apa? Mereka harus efisien. Negara justru bisa menghemat. Penghematannya berapa? 20-an persen.” HET (harga eceran tinggi) pupuk bersubsidi sebesar 20 persen untuk petani pun sangat membantu petani.
