Anies Baswedan mengapresiasi kader Gerakan Rakyat yang terus berikhtiar memperluas jejaring selama setahun terakhir. ”Selamat, ini awalan yang baik, tetapi bukan akhir. Ini baru awalan. Perjalanan masih panjang. Perjalanan masih mendaki. Insya Allah bukan yang terjal. Insya Allah mudah untuk dijalani,” ujar Anies.
Tonggak pergerakan organisasi Gerakan Rakyat ini dimulai sejak November 2023. Organisasi ini awalnya mendeklarasikan sebagai kelompok sukarelawan pendukung Anies yang akan mengikuti Pemilihan Presiden 2024. Meski begitu, Anies enggan berkomentar soal keputusan organisasi untuk berubah menjadi partai politik. Anies pun sampai saat ini bukan pengurus meskipun Gerakan Rakyat telah memosisikannya sebagai anggota kehormatan bernomor 001.
Ketua Umum Gerakan Rakyat Sahrin Hamid selain mensyukuri progress Gerakan Rakyat, beliau juga menyebut keseriusannya dalam mengurus perubahan status dari ormas menjadi partai politik. Beliau mengungkap ”Untuk mencapai 50 persen kecamatan, itu harus mempunyai sekitar 3.300 struktur kepengurusan tingkat kecamatan. Kami baru mencapai 2.346 pengurus tingkat kecamatan. Artinya, kurang lebih masih sekitar 800 lagi. Insya Allah, teman-teman sedang bekerja keras. Insya Allah dalam bulan ini kami targetkan sekitar 800 kecamatan itu kami selesaikan.”
Peneliti senior dari Pusat Riset Politik Badan Riset dan Inovasi Nasional, Lili Romli, mengatakan, Gerakan Rakyat harus mempunyai diferensiasi apabila serius ingin menjadi partai politik. Tanpa adanya pembeda, calon partai politik nanti hanya akan menjadi wujud kelatahan. Tujuan pembentukannya kemudian sekadar demi melancarkan elite kelompok guna memperoleh kekuasaan. Ketergantungan pada unsur ketokohan akan sangat berisiko jika Anies memutuskan hengkang.
