Pemerintah Jepang berencana menempatkan rudal permukaan-ke-udara di Pulau Yonaguni, sebuah pulau terpencil yang berbatasan langsung dengan Taiwan, paling lambat Maret 2031. Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi mengungkapkan, Yonaguni akan dilengkapi dengan sistem rudal permukaan-ke-udara jarak menengah. Sistem ini dirancang khusus untuk mencegat pesawat maupun rudal musuh yang masuk ke wilayah kedaulatan “Negeri Sakura”, Rabu (25/2/2026). Rudal tersebut memiliki jangkauan sekitar 50 kilometer dengan kemampuan radar 360 derajat. Rudal ini juga mampu melacak hingga 100 target secara bersamaan dan dapat menyerang hingga 12 target dalam waktu yang sama.
Pengumuman ini muncul selang sehari setelah China memberlakukan pembatasan ekspor terhadap 20 perusahaan dan entitas Jepang dengan alasan keamanan nasional. Hubungan antara Tokyo dan Beijing memang dilaporkan berada pada titik terendah dalam beberapa tahun terakhir. Ketegangan kedua negara dipicu oleh pernyataan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi pada November 2025. Kala itu, dia mengisyaratkan bahwa Pasukan Bela Diri Jepang akan diaktifkan jika terjadi serangan terhadap Taiwan. Beijing pun merespons dengan berbagai cara, mulai dari mengirim kapal perang, membatasi ekspor tanah jarang, membatasi pariwisata, membatalkan konser, hingga menarik kembali kerja sama peminjaman panda.
