Anggota Komisi X DPR Habib Syarief meminta pemerintah memperketat proses seleksi beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Hal ini disampaikan menanggapi kontroversi penerima beasiswa LPDP yang bangga anaknya resmi menjadi Warga Negara Asing (WNA). Menurut Habib, penerima beasiswa LPDP harus memiliki integritas dan komitmen yang kuat dalam menyelenggarakan kesepakatan yang ada karena pembiayaan beasiswa menggunakan uang negara.
Terkait kasus penerima beasiswa LPDP yakni pasangan suami istri (pasutri) DS dan AP yang memilih menjadikan anaknya WNA dan bahkan AP belum menyelesaikan pengabdiannya setelah lulus kuliah dijadikan sebagai alarm bagi pemerintah bahwa integritas dan komitmen persahabatan calon penerima beasiswa LPDP harus diuji lebih dalam, bukan sekadar kecakapan akademik.
Habib juga mengingatkan bahwa LPDP merupakan program yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) anak bangsa. Oleh karena itu, menurut dia, peningkatan kualitas SDM tidak hanya berdampak pada individu yang bersangkutan, tetapi juga dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi bangsa dan negara.
